Friday, November 18, 2011

Perang Android, iOS, Blackberry, WP7, Siapa Tersingkir?

 Sistem operasi (OS) Android akhirnya melampaui Symbian di penghujung 2010. Meski sempat diperdebatkan, dominasi Android di kancah mobile OS memang sudah diprediksi banyak pengamat. Bahkan di 2015, OS besutan Google ini disinyalir...

Semakin mendominasi pasar smartphone. Laporan Canalys pada kuartal keempat 2010 menyebutkan platform Android berhasil melampaui Symbian dalam hal penjualan smartphone di seluruh dunia. Pencapaian Android ini menjadi penanda pertama kalinya dalam kurun waktu 10 tahun Symbian berhasil dilengserkan.

Canalys menyebutkan gabungan vendor berhasil menggelontorkan 32,9 juta ponsel cerdas berbasis Android. Sementara Symbian OS hanya berhasil melepas 31 juta unit. Artinya, dalam penguasaan pasar, Android meraup 32,9 persen share dan Symbian hanya menguasai 30,6 persen.

Kilas balik di atas sekedar mengingatkan bahwa sejak si ‘robot hijau’ mulai mengangkangi Symbian, praktis OS tersebut terus melesat tanpa bisa dihentikan. Platform Android sendiri terus memperluas jajahannya secara agresif. Menurut penelitian comScore di Perancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris, Android tumbuh sebesar 16,2 persen antara bulan Juli 2010 sampai Juli 2011, yang menempatkannya pada posisi kedua di pasar OS mobile.

Platform OS milik Nokia disebut-sebut masih menguasai posisi puncak meski pasarnya terus digerogoti. Pesaing lain yakni iOS dari Apple bertengger di posisi ketiga dengan pertumbuhan sebesar 1,2 persen per tahunnya. Disusul Blackberry OS di posisi empat dan Windows di urutan lima.

Laporan dari agen periklanan mobile, InMobi mengurai prediksi serupa. Disebutkan OS iPhone dan Android tumbuh signifikan di pasar global. Pertumbuhan Android diklaim lebih baik dan mampu melampaui iOS meski masih belum mampu melengserkan Symbian. Bahkan, jika diteropong lebih jauh lagi – berkaca pada prediksi beberapa lembaga riset – semakin terlihat mobile OS bakal didominasi Android. Ambil contoh IDC yang menyebutkan Android bakal menjadi OS smartphone paling populer di 2015.

Analis Gartner pun mengungkapkan hal serupa. Hasil riset Gartner menyebutkan pada 2015 Android akan menguasai 48,8 persen pasar OS mobile. Gartner memprediksi popularitas Android akan berada jauh di atas kompetitornya seperti IOS (Apple), BlackBerry (RIM), Windows (Microsoft) dan Symbian (Nokia).

Melihat sepak terjang OS Android yang begitu fantastis, para pesaingnya tentu tak bakal tinggal diam dan berupaya mengganjal langkahnya. Apalagi jumlah vendor yang mengadopsi sistem operasi Google tersebut semakin menggurita jumlahnya. Tapi, tak sedikit juga vendor yang ‘ngotot’ bertahan untuk tak menggunakan Android. Paling jelas tentu saja beberapa rival yang faktanya mempunyai OS sendiri yakni iPhone dengan iOS-nya atau Nokia dengan Symbian-nya

Bahkan Research in Motion (RIM) pun seperti kebakaran jenggot. Beberapa hal telah terjadi Google dan Apple sukses menyerobot pasar smartphone sementara bisnis Blackberry terus merosot. Nokia dan Microsoft bekerjasama membangun ekosistem baru lewat Windows Phone 7 (WP7). RIM tak mau diam saja dan akhirnya mempersiapkan QNX sebagai platform baru untuk smartphone-nya di masa mendatang. Sebuah langkah ‘antisipasi’ yang sedikit terlambat. Sama halnya seperti Nokia dan Microsoft yang belakangan terpaksa menjalin aliansi.

Bahkan, Nokia sampai tega ‘membuang’ OS Symbian dan platform MeeGo yang tengah dikembangkan bersama Intel. Langkah Nokia menggandeng Microsoft semakin memanaskan peperangan di sektor mobile OS. Jika merunut ke belakang, sistem operasi terbuka Android sebenarnya sudah sempat membuat Nokia cemas sejak awal dikembangkan. Demi mengantisipasi ancaman itu, Nokia terpaksa membeli Symbian dan menciptakan Symbian Foundation pada pertengahan 2008.


Padahal, kala itu Symbian tergolong populer dan masih mendominasi pasar dengan 50 persen market share dikutip dari perusahaan riset IDC dan Canalys. Tapi, vendor asal Finlandia itu seperti mencium gelagat buruk bahwa Android bakal menjadi ‘rival’ serius dalam industri OS mobile.

Sayang, seiring berjalannya waktu, satu per satu pendukung Symbian pun berguguran. Dalam hitungan tahun, vendor seperti Sony Ericsson dan Samsung menyatakan berhenti mendukung platform tersebut. Belakangan, keduanya malah fokus pada sistem operasi Android yang tengah laris.

Belakangan Nokia diisukan bakal mengembangkan sistem operasi yang dikhususkan untuk ponsel segmen low end. OS untuk kalangan menengah ke bawah ini disebut-sebut akan mempunyai kode nama Meltemi dan berbasis open source atau Linux. Sengitnya aroma persaingan di sektor OS mobile rupanya tak berhenti di beberapa pengembang atau vendor besar yang sukses dengan platformnya. Intel bahkan mengembangkan lagi platform baru sebagai pengganti MeeGo yang dijuluki Tizen.

Belum lama ini, Intel mengumumkan rencana beralih dari MeeGo ke Tizen. Kabarnya, Tizen bakal mendukung berbagai perangkat mulai dari smartphone, tablet, netbook, smart TV hingga sistem dalam kendaraan. Samsung, vendor yang saat ini sukses memasarkan perangkat berbasis Android pun sejatinya memiliki OS sendiri yakni Bada. Pengembangan sistem operasi tersebut pun mengarah kian serius dan sudah mencapai versi 2.0.

Menariknya, OS Bada yang kurang diperhitungkan ini ternyata masih mampu menghalau laju ponsel berbasis WP7. Menurut catatan Canalys, handset berbasis Windows Phone 7 dikapalkan sekitar 2 juta unit. Sementara Samsung Bada berhasil dikapalkan sekitar 3,5 juta unit di kuartal pertama 2011.

Sepak terjang OS mobile seperti Android dan iOS tak hanya membangkitkan persaingan dan kelahiran OS baru. Ada pula yang ketiban sial seperti terpuruknya WebOS. Perangkat WebOS distop produksinya karena gagal di pasaran. HP sebagai pemilik pun lantas berniat menjual lisensi WebOS. Sayang, peminatnya masih sepi.

Sementara Google sang pembesut Android pun tak mau tinggal diam dan berupaya terus memperkuat eksistensinya. Google bahkan mengakuisisi Motorola senilai 12,5 dolar AS demi mendapatkan paten yang bisa memperkuat posisi Android. So, panasnya perang OS mobile bakal semakin menarik saja. Tinggal menunggu waktu siapa yang terdepak dan siapa yang mendominasi.(tabloid PULSA)

No comments:

Post a Comment