Friday, August 19, 2011

HP Hentikan Sistem Operasi WebOS



 HP baru saja mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pengembangan perangkat WebOS, termasuk perangkat tablet touchpad yang baru saja dirilis dan semua ponsel webOS mendatang.

Berita ini cukup mengagetkan mengingat HP baru saja merilis tablet berbasis webOS pertamanya, TouchPad, ke pasaran 6 pekan lalu. Apalagi TouchPad disebut-sebut sebagai tablet yang merupakan pesaing kuat iPad di lini PC tablet.

Pengumuman datang sebagai bagian dari pemberitahuan bahwa HP adalah pembelian sebuah perusahaan perangkat lunak yang disebut Autonomous dan divisi PC-nya. Semua yang tersisa sekarang adalah iOS, Android dan Windows Phone 7. Dan kita juga semua tahu bahwa kini Blackberry OS telah beralih ke QNX.

Beberapa toko di Amerika telah berhasil menjual perangkat TouchPad namun itu tidak memberikan keuntungan yang siginifikan bagi HP dan karena itu HP akan meninggalkan WebOS.

HP membeli peranti lunak webOS dari perusahaan Palm pada tahun April 2010, dengan nilai akuisisi mencapai USD1,2 miliar. Dana itu menjadikan salah satu pembelian terbesar yang dilakukan oleh HP. Saat itu optimisme menyeruak, apalagi HP merupakan vendor PC nomor satu dunia.

Yahoo Phone, Ponsel Berbasis Android



 SoftBank, sebuah operator di Jepang telah memperkenalkan ponsel Yahoo yang dilengkapi dengan lisensi merk dan versi Android. Yahoo merupakan website terbesar yang tampaknya akan terjun untuk bersaing dengan ponsel Facebook.

Disini Yahoo dikatakan menjadi penyedia pencarian utama. Perangkat yang berjalan memakai Android 2.3 akan diproduksi oleh Sharp, pada dasarnya melayani sebagai adaptasi merek-Yahoo dari Sharp Aquos 009SH  yang baru-baru diperkenalkan. Ponsel ini memiliki layar qHD 4 inci, kamera 8 megapixel, WiFi, Bluetooth.

Pada gambar tampak bahwa ponsel ini menyesuakan user interface Yahoo-centric yang akan memberikan akses waktu, cuaca, saham, berita, sosial, pencarian dan lainnya di homescreen. Yahoo Phone diharapkan tiba di pasaran akhir bulan depan. Kemungkinan ponsel ini tidak akan dirilis di luar Jepang.

 

Review Sony Ericsson Experia Play, Gabungan Ponsel Android Dengan PlayStation

Seperti kita ketahui para vendor ponsel pintar sekarang ini sedang berlomba sengit untuk menciptakan produk yang paling anyar dengan tujuan meraih pangsa sebanyak-banyaknya. Belum lama ini kita telah mendengar ponsel pintar dengan menggunakan dual processor, layar super jernih, anti air, koneksi data 4G serta hingga teknologi layar 3D. Banyak inovasi yang telah dituangkan para vendor-vendor kelas dunia tersebut. Kali ini Sony Ericsson yang sudah beberapa waktu lampau telah menggabungkan konsep Walkman dengan ponsel, sekarang Sony Ericsson kembali menggabungkan produk popularnya dengan ponsel, yaitu memadukan PlayStation kedalam ponsel pintar yang mengusung sistem operasi Android. Nama ponsel ini adalah Sony Ericsson Experia Play.
  
Oleh Sony Ericsson berita mengenai peluncuran ponsel Experia Play ini sudah terdengar pada bulan Maret lalu, dan untuk peluncuran resminya dilakukan pada bulan Agustus tahun 2011 ini (terutama untuk di negara Indonesia). Peminat ponsel Sony Ericsson Experia Play ini cukup banyak, sehingga pada awal-awal peluncurannya hingga sekarang ponsel ini cukup laris manis terjual, bahkan beberapa toko dari Sony Ericsson nya sendiri pun kehabisan stok. Bagi para peminatnya yang ingin membeli telah membayangkan kegunaan ponsel ini, mereka para pecinta game sudah tidak perlu membawa PSP (PlayStation Portable) lagi melainkan cukup dengan satu perangkat pada Experia Play ini semua mencangkup kebutuhan bermain game ala PlayStation dan juga dapat digunakan sebagai ponsel berbasis Android (dimana kita ketahui didalam Market Android pun juga memiliki banyak game-game yang bisa diunduh dan dimainkan), bisa dibayangkan bahwa ponsel Sony Ericsson Experia Play ini memang benar-benar diperuntukkan untuk penggila game.



Spesifikasi Sony Ericsson Experia Play:
  • CPU 1GHz Scorpion processor, Adreno 205 GPU, Qualcomm MSM8255 Snapdragon
  • Layar LED-backlit LCD, capacitive touchscreen, 16M colors
  • Ukuran layar 480 x 854 pixels, 4.0 inches
  • Kamera belakang 5 MP, 2592х1944 pixels, autofocus, LED flash
  • Camera depan
  • Touch sensitive gaming controls
  • PSP like gaming buttons
  • OS Android v2.3 (Gingerbread)
  • Playstation Certified
  • Tersedia warna hitam & putih

Pertama kali melihat dan memegangnya kita dapat merasakan bawah ini adalah sebuah ponsel yang padat akan fungsi, dari sisi-sisinya kita dapat melihat banyak tombol-tombol seperti tombol volume, tombol home/back/search ala Android dan sudah tentu yang paling dominan adalah tombol-tombol khas PlayStation (L1 dan R1), ponsel ini menggunakan bahan material yang sangat bagus sehingga benar-benar balutan ponsel ini sangat indah untuk dilihat, tombol-tombol semua berwarna chrome. Lalu pada saat kita menyalakan disuguhkan dengan sistem operasi Android yang sudah dipoles tampilannya ala Sony Ericsson, latar belakang berwarna biru dan pernak-pernik widget-nya.

Bila kita menarik keypad kontrol game, maka di layar automatis akan menampilkan menu-menu yang isinya daftar game-game yang dapat dimainkan. Cukup banyak game-game yang dapat dimainkan namun semua game tersebut harus diunduh bahkan ada beberapa yang harus membelinya terlebih dahulu, dari sekian banyak game hanya disediakan sekitar 5 game yang sudah terpasang di Sony Ericsson Experia Play ini. Keypad kontrol game-nya sangat mirip dengan tatanan kontrol game PlayStation, dimana ada lambang-lambang kotak, buletan, segitiga dan silang serta tombol analog (metode kerjanya mirip dengan mousepad di laptop, hanya mengusap-ngusap maka kontrol game berjalan). Keypad kontrol game-nya sangat nyaman digunakan, terasa kokoh (tidak ringkih) membuat kamu bermain game menjadi semakin seru. Penulis mencoba untuk bermain game bola FIFA dan game aksi Bruce Lee, permainan benar-benar seru, jarang ditemukan tampilan yang tersendat-sendat, semua berjalan mulus, keypad kontrol game pun begitu kokoh dan nyaman, walau kita menekan-nekan dengan keras penuh semangat si perangkat tetap kuat.

Bila kita berbicara sisi ponsel Android-nya hampir mirip dengan ponsel-ponsel pintar Android lainnya. Kita juga dapat memainkan game-game Android (kontrol game khas PlayStationnya tidak berfungsi untuk game-game Android, kontrol game hanya berfungsi untuk game-game rancangan dari PlayStation saja), jadi kalau kita bermain game-gamenya Android maka permainan hanya dalam batas media layar sentuhnya saja. Untuk urusan kualitas suara ponsel ini sangat maksimal sekali, dilengkapi dengan 2 (dua) speaker sehingga suara dapat dirasakan menjadi Stereo. Bila kita sedang bermain game bola FIFA, suara priwitan wasit terasa seperti sungguhan ada di dekat kita.

Menurut penulis, walau ponsel Sony Ericsson Experia Play ini terbilang canggih, namun masih dianggap belum maksimal. Yaitu dalam hal processor semestinya sudah menggunakan dual agar kecepatannya menjadi lebih cepat lagi (untuk melakukan boot time lebih lambat dibanding ponsel-ponsel Android yang memiliki dual processor). Alangkah lebih indah lagi bisa bermain game dengan layar yang sekelas dengan Super AMOLED. Lalu juga memori internal sangat minim sehingga untuk ingin meng-install banyak aplikasi/game menjadi terbatas (tidak semua aplikasi/game dapat diinstall di memory card external, walaupun sebenarnya bisa saja namun ponsel Android tersebut harus di ROOT terlebih dahulu, tapi hal ini bukan sesuatu yang wajar). Kemudian menurut penulis juga untuk urusan tombol-tombolnya dirasa kurang nyaman, seperti tombol ON/OFF kadang jari sudah meraba-raba tapi tidak pernah cepat menemukan, tombol-tombol home/back/search tidak ada lampunya sehingga bila menggunakan ponsel ini pada malam hari yang cukup gelap agak sulit menerka tombol mana yang home/back/search. Bahkan menurut penulis tombol volume pun sulit di capai/raba bila kita sedang membuka slide kontrol game-nya.

Kesimpulan bahwa ponsel pintar Sony Ericsson Experia Play ini memiliki disain yang menarik, kualitas material yang bagus, penggabungan dunia per-game-an PlayStation dengan ponsel Android merupakan nilai tambah tersendiri yang tidak banyak dapat dilakukan oleh para kompetitornya. Ponsel ini sangat dirancang bagi para penggila game, bermain game di ponsel ini menjadi lebih seru karena terdapatnya kontrol game khas PlayStation. Pengguna ponsel ini akan merasakan pengalaman tersendiri yang dapat memuaskan dan memanjakannya. Bagi kamu pecinta ponsel Android dan juga pecinta game PlayStation cukup membawa 1 perangkat ini saja, semua akan terpenuhi. Oya didalam satu paket ponsel ini diberikan juga “Docking Station” yang fungsinya untuk dapat menyandarkan ponsel sekaligus pengisian baterai.

Kalibrasi Baterai Pada Notebook



 “Cara Menangani Consider Replace Battery pada Windows 7“, sekarang di sini kami akan memberikan tutorial bagaimana cara mengkalibrasi baterai pada notebook.
Kalibrasi Baterai Pada Notebook Image
Kalibrasi baterai sendiri berfungsi untuk mengembalikan/mensetting baterai agar baterai bisa terbaca lebih akurat sehingga memunculkan level yang benar sesuai dengan kondisi asli baterai.
Berikut ini step by step cara mengkalibrasi baterai pada notebook:
  • Nyalakan notebook anda.
  • Setelah menyala, hubungkan adaptor notebook dan charger baterai notebook anda hinga mencapai kondisi full (Notifikasi baterai menunjukka range 99-100%, atau lampu indikator baterai pada notebook warnanya berubah).
  • Setelah bterai full, restart notebook anda dan masuk ke Safe Mode. Jika belum mengerti bagaimana cara masuk ke Safe Mode, pada saat laptop baru menyala, tekan F8 beberapa kali sampai muncu menu Advanced Boot Options.
    Kalibrasi Baterai Pada Notebook Image
  • Pada menu tersebut pilih Safe Mode yang dilanjutkan dengan menean tombol Enter. Tunggu sampai Windows masuk ke mode Safe Mode.
  • Setelah masu ke mode Safe Mode, lepas adaptor notebook dan jangan digunakan sama sekali.
    Kalibrasi Baterai Pada Notebook Image
  • Biarkan notebook menyala terus sampai akhirnya baterai habis dan notebook mati.
  • Setelah  notebook benar-benar dalam kondisi mati, hubungkan charger dengan notebook, tunggu sekitar 3-5 menit, kemudian nyalakan kembali notebook seperti biasa.
  • Jika ditanya masuk mode mada, pilih Start Windows Normally.
Saat notebook menyala, seharusnya Windows 7 bisa membaca “power meter battery” dengan akurat yang tentunya sesuai dengan konsisi real baterai.
Trik ini sudah pernah saya coba sendiri menggunakan notebook Compaq CQ42 dan terbukti berhasil. Untuk notebook merek dan tipe lainnya, secara teori trik ini bisa digunakan tetapi untuk konidisi real-nya, saya sendiri belum pernah mencoba.
Selamat mencoba dan semga berhasil.

Thursday, August 18, 2011

Acer Segera Rilis E320 Liquid Express



 Acer dikabarkan segera merilis perangkat terbarunya dengan nama Acer Liquid Express E320 yang berbentuk mirip dengan Liquid Mini E310. Smartphone ini pertama kali diperkenalkan di Taiwan beberapa bulan yang lalu.

Liquid Express E320 ini menggunakan Android 2.3.3 Gingerbread dengan fitur-fitur, antara lain layar sentuh 3,5 inci HVGA, prosesor Qualcomm MSM Turbo berkecepatan 800MHz, memori RAM 512MB, dan kamera berkapasitas 5 megapiksel with LED flash.

Selain itu, terdapat pula dukungan koneksi jaringan, seperti HSDPA, Wi-Fi, serta sebuah aplikasi buatan Acer bernama Social Jogger yang menawarkan akses yang langsung dan mudah ke Facebook, Twitter, dan Flick.

Tidak seperti saudaranya E310, E320 hanya memiliki tiga tombol Android (absen tombol search). Diperkirakan Acer Liquid Express E320 ini akan ditawarkan dalam rentang harga US$300 - US$350. Sampai saat ini belum ada pernyataan kapan tepatnya smartphone ini dirilis.



Gresso Extreme X3, Ponsel Tahan Banting



 Produsen produk premium asal Rusia, Gresso, kali ini memasarkan sebuah ponsel tahan banting bernama Gresso Extreme X3. Ponsel ini menonjolkan segi kenyamanan sekaligus durabilitas yang tinggi.

Extreme X3 mampu bertahan bila terjatuh di ketinggian 7 meter dan sanggup menahan tekanan hingga 1,5 ton. Ponsel ini juga diklaim anti debu dan anti air hingga kedalaman 5 meter. Hebatnya lagi, ponsel candy bar ini hadir dengan rentang suhu dari -50 ° C sampai +60 ° C. Extreme X3 akan dibanderol US $270 atau sekitar Rp 2,3 jutaan. Namun sayang, sang vendor masih merahasiakan spesifikasi detilnya. Rumor menyebutkan, spesifikasinya akan diumumkan pada September 2011.

 

Xiaomi Phone, Ponsel Android Dual-core 1.5GHz



 Sebuah smartphone Android dari China yang bernama Xiaomi Phone berhasil mencuri perhatian berbagai pihak pada saat diluncurkan beberapa waktu yang lalu di Beijing.

Bagaimana tidak, Xiaomi Phone ini dibuat oleh Foxconn yang kita kenal sebagai pabrikan perakit berbagai gadget Apple. Meski memiliki spesifikasi tinggi namun Xiaomi Phone dijual dengan harga yang cukup terjangkau yaitu hanya sekitar $310/ 215 (kurang dari 3 juta rupiah).

Xiaomi Phone menggunaan CPU Qualcomm Snapdragon chipset 8260 dengan prosesor dual-core 1.5GHz , grafis Adreno 220 dan 1GB RAM. Baterai 1930mAh, Layar LCD buatan Sharp berukuran 4inch dengan resolusi FWVGA (480 x 854 piksel) dan ponsel ini memiliki ukuran 125mm x 63mm ponsel x 11.9mm, serta berat 149g. 

Xiaomi memiliki antena GSM/3G ganda untuk menghindari masalah death grip. Spesifikasi lainnya 8MP kamera utama, tombol MI disesuaikan,  A-GPS dan Glonass (Alternatif Rusia ke GPS), Wi-Fi b / g / n, 4GB ROM, slot kartu microSD untuk kartu hingga 32GB dan cover belakang yang bisa diganti-ganti.

Sistem operasi yang dipakai adalah Android 2.3.5 yang sudah dimodifikasi besar-besaran oleh MIUI, yang juga tersedia sebagai ROM kustom untuk perangkat Android lain. Xiaomi Phone bisa dipesan mulai 29 Agustus nanti dan akan dikirimkan bulan Oktober 2011. Dikabarkan juga bahwa ada versi lain dengan prosesor 1.2GHz yang tentunya dengan harga yang lebih murah.