Friday, November 18, 2011

Galaxy Y Versi CDMA, Harga Pelajar Rp 999 Ribu

 Setelah sukses dengan promo launching Galaxy Y versi GSM, Samsung sudah mempersiapkan untuk melepas smartphone Android tersebut dalam versi CDMA. Untuk itu Samsung bekerjasama dengan dua operator CDMA di Indonesia, yakni Esia dan SmartFren.

Samsung Galaxy Y CDMA memiliki fitur yang tak jauh berbeda dengan versi GSM-nya. Sebutlah Android 2.3 Gingerbread, kamera 2 MP dan layar 3 inci (QVGA). Untuk prosesor beda, kini dengan Snapdragon 600 MHz, bukan kelas 800 MHz layaknya versi GSM. Dan, sebagai versi CDMA untuk akses transfer data mengandalkan network EVDO 3,1 Mbps.

Selama pameran Samsung Exhibition di Main Atrium Plaza Semanggi, Jakarta, Bandung Indah Plaza, Bandung, dan Royal Plaza di Surabaya berlangsung, smartphone berharga Rp1,2 juta itu ditawarkan dengan harga Rp 999 ribu bagi pelajar. Pameran berlangsung pada 19-20 November 2010.

Selain itu, Esia menyediakan pula akses data gratis selama enam bulan. Penggunaan teknologi CDMA EVDO Esia pada Galaxy Y memungkinkan pelanggan Esia mengakses data dengan kecepatan hingga 3,1MHz. Dengan kecepatan sebesar itu, pelanggan Esia tidak perlu menunggu proses buffering saat menonton film di YouTube.

Spesifikasi Galaxy Y CDMA

*General: CDMA 900/1800 MHz, Rev.A evdo
*Form factor: Touchscreen bar phone
*Dimensions: 104 x 58 x 11.5 mm, 97.5g
*Display: 3" 256K-color TFT LCD capacitive touchscreen, 240 x 320 pixels
*CPU: 600MHz ARMv6 processor
*Memory: 256MB RAM, 164MB storage, hot-swappable microSD card slot
*OS: Android OS, v2.3.3 Gingerbread with TouchWiz UI
*Camera: 2MP camera with geotagging, smile detection; QVGA video recording @15fps
*Connectivity: Wi-Fi b/g/n, Bluetooth 2.1 with A2DP, charging microUSB port, GPS receiver with A-GPS, 3.5mm audio jack, FM radio
*Battery: 1200mAh
*Misc: Built-in accelerometer, multi-touch input, proximity sensor, Swype text input, Office document viewer

 

HTC Diancam Dituntut Perusahaan Film Porno

 Vivid Entertainment, salah satu studio film dewasa terbesar dunia mengirimkan surat kepada HTC untuk tidak menggunakan nama ''vivid'' sebagai nama dari smartphone baru mereka.  Vivid sendiri adalah nama dari smartphone baru HTC.

Yang belum lama dirilis di Amerika Serikat untuk operator At&T. Vivid Entertainment, studio film yang bergerak di bidang pornografi mengklaim perusahaan mereka sebagai yang terdepan dalam bidangnya telah mengajukan surat resmi kepada HTC yang isinya meminta mereka untuk berhenti menggunakan label ‘Vivid’ dalam produk smartphone terbaru mereka.

Vivid Entertainment mengancam akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum jika HTC tidak mengganti nama smartphone mereka sampai hari Senin besok.

Pihak Vivid mengklaim bahwa alasan utama dari tuntutan mereka adalah kekhawatiran terhadap kemungkinan akan konsumen yang bingung setelah mendapati bahwa produk HTC terbaru tersebut ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan perusahaan mereka.

Hal ini lumrah karena Vivid Entertainment baru saja merilis program baru mereka di Google TV, dan mungkin saja konsumen-konsumen potensial yang mengetahui channel mereka di Google TV mengambil kesimpulan bahwa Vivid Entertainment telah memperlebar ekspansi mereka hingga ke ranah smartphone.

 

Perang Android, iOS, Blackberry, WP7, Siapa Tersingkir?

 Sistem operasi (OS) Android akhirnya melampaui Symbian di penghujung 2010. Meski sempat diperdebatkan, dominasi Android di kancah mobile OS memang sudah diprediksi banyak pengamat. Bahkan di 2015, OS besutan Google ini disinyalir...

Semakin mendominasi pasar smartphone. Laporan Canalys pada kuartal keempat 2010 menyebutkan platform Android berhasil melampaui Symbian dalam hal penjualan smartphone di seluruh dunia. Pencapaian Android ini menjadi penanda pertama kalinya dalam kurun waktu 10 tahun Symbian berhasil dilengserkan.

Canalys menyebutkan gabungan vendor berhasil menggelontorkan 32,9 juta ponsel cerdas berbasis Android. Sementara Symbian OS hanya berhasil melepas 31 juta unit. Artinya, dalam penguasaan pasar, Android meraup 32,9 persen share dan Symbian hanya menguasai 30,6 persen.

Kilas balik di atas sekedar mengingatkan bahwa sejak si ‘robot hijau’ mulai mengangkangi Symbian, praktis OS tersebut terus melesat tanpa bisa dihentikan. Platform Android sendiri terus memperluas jajahannya secara agresif. Menurut penelitian comScore di Perancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris, Android tumbuh sebesar 16,2 persen antara bulan Juli 2010 sampai Juli 2011, yang menempatkannya pada posisi kedua di pasar OS mobile.

Platform OS milik Nokia disebut-sebut masih menguasai posisi puncak meski pasarnya terus digerogoti. Pesaing lain yakni iOS dari Apple bertengger di posisi ketiga dengan pertumbuhan sebesar 1,2 persen per tahunnya. Disusul Blackberry OS di posisi empat dan Windows di urutan lima.

Laporan dari agen periklanan mobile, InMobi mengurai prediksi serupa. Disebutkan OS iPhone dan Android tumbuh signifikan di pasar global. Pertumbuhan Android diklaim lebih baik dan mampu melampaui iOS meski masih belum mampu melengserkan Symbian. Bahkan, jika diteropong lebih jauh lagi – berkaca pada prediksi beberapa lembaga riset – semakin terlihat mobile OS bakal didominasi Android. Ambil contoh IDC yang menyebutkan Android bakal menjadi OS smartphone paling populer di 2015.

Analis Gartner pun mengungkapkan hal serupa. Hasil riset Gartner menyebutkan pada 2015 Android akan menguasai 48,8 persen pasar OS mobile. Gartner memprediksi popularitas Android akan berada jauh di atas kompetitornya seperti IOS (Apple), BlackBerry (RIM), Windows (Microsoft) dan Symbian (Nokia).

Melihat sepak terjang OS Android yang begitu fantastis, para pesaingnya tentu tak bakal tinggal diam dan berupaya mengganjal langkahnya. Apalagi jumlah vendor yang mengadopsi sistem operasi Google tersebut semakin menggurita jumlahnya. Tapi, tak sedikit juga vendor yang ‘ngotot’ bertahan untuk tak menggunakan Android. Paling jelas tentu saja beberapa rival yang faktanya mempunyai OS sendiri yakni iPhone dengan iOS-nya atau Nokia dengan Symbian-nya

Bahkan Research in Motion (RIM) pun seperti kebakaran jenggot. Beberapa hal telah terjadi Google dan Apple sukses menyerobot pasar smartphone sementara bisnis Blackberry terus merosot. Nokia dan Microsoft bekerjasama membangun ekosistem baru lewat Windows Phone 7 (WP7). RIM tak mau diam saja dan akhirnya mempersiapkan QNX sebagai platform baru untuk smartphone-nya di masa mendatang. Sebuah langkah ‘antisipasi’ yang sedikit terlambat. Sama halnya seperti Nokia dan Microsoft yang belakangan terpaksa menjalin aliansi.

Bahkan, Nokia sampai tega ‘membuang’ OS Symbian dan platform MeeGo yang tengah dikembangkan bersama Intel. Langkah Nokia menggandeng Microsoft semakin memanaskan peperangan di sektor mobile OS. Jika merunut ke belakang, sistem operasi terbuka Android sebenarnya sudah sempat membuat Nokia cemas sejak awal dikembangkan. Demi mengantisipasi ancaman itu, Nokia terpaksa membeli Symbian dan menciptakan Symbian Foundation pada pertengahan 2008.


Padahal, kala itu Symbian tergolong populer dan masih mendominasi pasar dengan 50 persen market share dikutip dari perusahaan riset IDC dan Canalys. Tapi, vendor asal Finlandia itu seperti mencium gelagat buruk bahwa Android bakal menjadi ‘rival’ serius dalam industri OS mobile.

Sayang, seiring berjalannya waktu, satu per satu pendukung Symbian pun berguguran. Dalam hitungan tahun, vendor seperti Sony Ericsson dan Samsung menyatakan berhenti mendukung platform tersebut. Belakangan, keduanya malah fokus pada sistem operasi Android yang tengah laris.

Belakangan Nokia diisukan bakal mengembangkan sistem operasi yang dikhususkan untuk ponsel segmen low end. OS untuk kalangan menengah ke bawah ini disebut-sebut akan mempunyai kode nama Meltemi dan berbasis open source atau Linux. Sengitnya aroma persaingan di sektor OS mobile rupanya tak berhenti di beberapa pengembang atau vendor besar yang sukses dengan platformnya. Intel bahkan mengembangkan lagi platform baru sebagai pengganti MeeGo yang dijuluki Tizen.

Belum lama ini, Intel mengumumkan rencana beralih dari MeeGo ke Tizen. Kabarnya, Tizen bakal mendukung berbagai perangkat mulai dari smartphone, tablet, netbook, smart TV hingga sistem dalam kendaraan. Samsung, vendor yang saat ini sukses memasarkan perangkat berbasis Android pun sejatinya memiliki OS sendiri yakni Bada. Pengembangan sistem operasi tersebut pun mengarah kian serius dan sudah mencapai versi 2.0.

Menariknya, OS Bada yang kurang diperhitungkan ini ternyata masih mampu menghalau laju ponsel berbasis WP7. Menurut catatan Canalys, handset berbasis Windows Phone 7 dikapalkan sekitar 2 juta unit. Sementara Samsung Bada berhasil dikapalkan sekitar 3,5 juta unit di kuartal pertama 2011.

Sepak terjang OS mobile seperti Android dan iOS tak hanya membangkitkan persaingan dan kelahiran OS baru. Ada pula yang ketiban sial seperti terpuruknya WebOS. Perangkat WebOS distop produksinya karena gagal di pasaran. HP sebagai pemilik pun lantas berniat menjual lisensi WebOS. Sayang, peminatnya masih sepi.

Sementara Google sang pembesut Android pun tak mau tinggal diam dan berupaya terus memperkuat eksistensinya. Google bahkan mengakuisisi Motorola senilai 12,5 dolar AS demi mendapatkan paten yang bisa memperkuat posisi Android. So, panasnya perang OS mobile bakal semakin menarik saja. Tinggal menunggu waktu siapa yang terdepak dan siapa yang mendominasi.(tabloid PULSA)

Thursday, November 17, 2011

IMO Z3, Tablet Murah Support GSM Network dan Modem USB


Belum lama mengenalkan IMO X8 yang sampai saat ini belum kunjung beredar, IMO Mobile Entertaintmen dikabarkan tengah menggarap tipe terbaru Tablet Android murah meriahnya, yang merupakan versi upgrade dari IMO X3 maupun IMO X5, yakni IMO Z3. Dan berdasarkan informasi yang didapat thePONSEL, Tablet Android anyar ini akan dibanderol sekitar Rp 1 juta-an. Secara disain, IMO Z3 tak jauh beda dengan IMO X3 maupun IMO X5. Sama-sama dibekali layar 7 inci touchscreen 800×480 piksel, yang telah mendukung 2 point multi-touch. Bedanya, di IMO Z3 ini sudah dibekali port konektor USB universal yang tak memerlukan konverter lagi, jika ingin menancapkan Modem USB Stick.
Poin plus lainnya, di IMO Z3 telah ditanamkan chipset GSM network Dualband (900/1800 MHz). Artinya, Tablet Android ini bisa terkoneksi dengan internet secara langsung tanpa harus menancapkan Modem Stick tambahan. Sayang, network datanya masih sebatas GPRS. Untuk sistem operasi, IMO Z3 masih mengandalkan Android 2.2 Froyo, yang didukung chipset prosesor bikinan WonderMedia dengan tipe WM8650 ber-clock speed 800 MHz. Supaya kinerja sistemnya maksimal, IMO Z3 didukung memori internal 256MB RAM, 2GB ROM plus storage 4GB(FAT format ) Sumsung 4GB FLASH (4G optional ), dan slot ekspansi berjenis microSD up to 32GB. Selain lewat GSM network atau Modem Stick USB, IMO Z3 juga bisa memanfaatkan koneksi WiFi buat keperluan browsing internet.
Di sisi fitur, IMO Z3 menghadirkan fasilitas yang sama persis dengan dua kerabat terdahulunya (IMO X3 dan IMO X5). Sebut saja GPS/A-GPS, Google Search, Gmail, AppMarket, Flash player 10.1, G-sensor, Document To Go (support WORD, EXCEL, POWERPOINT, PDF), TXT. Ada juga kamera, audio/video player dan tak ketinggalan beberapa buah game keren pun disediakan.
Spesifikasi:
Jaringan: Dualband GSM (900/1800 MHz); Dimensi: 206x117x17mm; Layar: 7 inci, TFT Touchscreen 800×480 piksel, 2 point multi-touch; OS: Android 2.2 Froyo; Chipset: WonderMedia WM8650 800 MHz; Transfer data: GPRS; Memori internal: 256MB RAM, 2GB ROM; Storage: 4GB(FAT format )Samsung 4GB FLASH (4G optional ); Memori eksternal: microSD up to 32GB; Kamera: 1.20 MP; Konektivitas: WiFi 802.11, kabel data miniUSB, port USB, audio jack 3.5mm; Browser: HTML; Video Player: Support 3GP,MP4,FLV,MEPG 1/2/4,AVI,MPG,AVI,H263,H264 format,support 720P max . Can watch online video; MP3 Player: MP3,WMA,MP2,OGG,AAC,M4A,MA4,FLAC,APE audio player,support music list; Fitur lain: GPS/A-GPS, Google Search, Gmail, AppMarket, Flash player 10.1, G-sensor, DOCUMENT TO GO (support WORD, EXCEL, POWERPOINT, PDF), TXT(but should insert TF card when use this software); Baterai: Lithium ion 2400 mAh; Modem support: HUAWEI E220,E230,E770,E169G,E160X,E1750; Harga: Rp 1 juta-an

CSL Blueberry G6, Dual On Stylis dengan Layar Sentuh

CSL kembali menambah jajaran ponsel trendinya ke pasaran, yakni CSL Blueberry G6. Lewat balutan disain staylis dan elegan, dengan pilihan warna yang cukup beragam (Orange, Red, White, Chocolate), tipe ini nampaknya diarahkan untuk menyasar kawula muda yang berjiwa dinamis. Selain ‘keren’, ponsel ini pun menyuguhkan disain yang cukup kompak dan mungil.
Konstruksi bodi Blueberry G6 sepintas mirip CSL Blueberry G7c. Minus keypad konvensional, sebagai gantinya digunakan layar sentuh (touchscreen) sebagai area interaksi dengan penggunanya. Ukurannya sekitar 2.8 inci, berjenis TFT. Namun, untuk akses menu tambahan dan untuk fungsi call disediakan tombol cepat di jajaran D-pad.
Di sektor fitur, CSL Blueberry G6 didukung teknologi Dual On (GSM-GSM), kamera dengan kemampuan capture foto lumayan baik, audio/video player, radio FM serta slot kartu microSD dengan kapasitas maksimal 16GB untuk ruang penyimpanan file ekstra. Untuk koneksi, ponsel ini dibekali jalur Bluetooth 2.0 yang telah mendukung profile A2DP, dan ada juga port kabel data.
Soal internetan, CSL Blueberry G6 menyediakan kanal data GPRS class 12 plus browser native. Selain intuk browsing situs-situs favorit, fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan untuk akses layanan jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter, serta untuk menikmati fitur chatting. Masalah baterai, ponsel Dual On ini menggunakan jenis lithium ion berkapasitas 1450 mAh yang bisa menyediakan waktu standby hingga 200 jam.
Spesifikasi:
Jaringan: Dualband GSM (900/1800 MHz) & Dual On; Dimensi: 113×57.4x13mm; Berat: 91gr; Layar: 2.8 inci, TFT Touchscreen; Transfer data: GPRS class 12; Kamera: Ada, Video; Memori eksternal: microSD up to 16GB; Messaging: SMS, MMS; Konektivitas: Bluetooth 2.0 with A2DP, kabel data, audio jack 3.5mm; Browser: WAP; Fitur lain: Polifonik (MP3), Audio/video player, radio FM, Torch light, Facebook, Blueberry Messenger, Yahoo Messenger, Calendar, calculator, alarm, speakerphone; Baterai: Lithium ion 1450 mAh; Standby: 200 jam; Talktime: 3,5 jam

Foto-foto BlackBerry Curve 9380

 Blackberry Curve 9380 adalah ponsel terbaru dari RIM yang diluncurkan pertama kali di Indonesia. Ponsel yang memiliki ukuran layar 3.2 inci ini dilengkapi oleh kamera 5 megapiksel serta dijejali dengan fitur NFC.

Seri yang juga dikenali dengan kode Orlando ini memiliki beberapa fitur kunci seperti prosesor 800 MHz plus RAM 1GB. Tentu saja OS Blackberry 7 sudah tersemat di dalam perangkat ini. Pencarian dengan suara dan mendukung realitas tertambah Augment Reality. Berikut adalah foto-fotonya:







 

200 Juta Pengguna Android di Seluruh Dunia

 Sebagai sistem operasi terbuka, kehadiran Android terbilang sangat sukses. berdasarkan laporan terbaru smartphone yang menggunakan sistem operasi besutan Google ini berhasil meraup separuh dari pangsa pasar smartphone global.

Disampaikan oleh Director of Digital Content for Google Android, Jamie Rosenberg, Google mengkalim Android devices telah dipakai oleh setidaknya 200 juta orang di seluruh dunia.

Pada Mei 2011 lalu Google mencatat pengguna Android mencapai 100 juta unit sehingga pencapaian 200 juta unit di November ini merupakan kenaikan 100% selama satu semester.  Tak hanya itu, Rosenberg juga menyebut bahkan aktivasi perangkat Android di seluruh dunia setiap harinya mencapai 550 ribu unit.

Aktivasi harian Android ini juga meningkat dari 500.000 unit per hari di bulan Juni 2011. Popularitas Android itu tidak hanya terjadi di Amerika tetapi juga di belahan benua lain seperti di Eropa dan Asia.