Tuesday, December 14, 2010

Memperpanjang Umur Baterai HTC Hero

DENGAN dukungan antarmuka pengguna Sense, ponsel pintar HTC Hero pu­nya kelebihan dibanding ponsel pintar lain sekelasnya. Namun, Hero juga punya kelemahan, di antaranya dalam hal daya tahan baterai. Bagaimanapun kekuatan baterai standar Hero tak bisa dikatakan superior untuk menyangga operasional berbagai fitur yang melekat pada ponsel pintar ini. Namun, Anda bisa menjadi­kan baterainya lebih tahan lama, dengan mengikuti beberapa tips dari Gamaze. com di halaman ini. Tips ini tak spesifik untuk HTC Hero, jadi Anda bisa mengap­likasikannya pada ponsel lain.

  1. Nonaktifkan Big EVIL (Always On Mo­bile Data Connection). Fitur ini menyedot banyak daya baterai. Padahal, Anda tak memerlukannya setiap saat. Sebagai gambaran, Anda tentu tak butuh koneksi data di malam hari, ketika Anda tidur dan tak memakai ponsel sama sekali. Oleh sebab itu, Anda akan menghemat banyak daya dengan mematikan pilihan Enable always-on mobile data pada menu Mobile Network Settings.
  2. Nonaktifkan GPS dan Wireless Net­work Usage. Apakah Anda setiap saat membutuhkan GPS? Tentu tidak. HTC menggunakan triangulasi jaringan nirka­bel untuk mempercepat proses penampilan gambar-gambar GPS pada ponsel Anda. Sebagian orang menganggap fitur itu bermanfaat, namun fitur GPS di ponsel Anda sebenarnya sanggup menampilkan sendiri gambar-gambar tersebut. Maka sebaiknya Anda menonaktifkan Wireless Network Usage pada menu Location.
  3. Jika Anda mengaktifkan opsi transfer Background Data, ponsel akan secara per­manen terhubung dengan server-server Google, dan ini memerlukan daya baterai lumayan besar. Jadi, saat Anda tak meng­gunakan layanan-layanan Google, seperti Gmail, Calendar dan Contacts, sebaiknya nonaktikan opsi transfer Background Data pada Data synchronization/Google menu.
  4. Nonaktifkan fungsi update push e-mail/weather updates/Facebook dan Twit­ter. Lagi-lagi ini berkaitan dengan koneksi data. Kalau mau berhemat daya baterai, kurangi waktu Anda untuk mengecek server email guna memastikan ada atau tidak email baru. Anda bisa melakukannya me­lalui opsi Set Download Frequency pada menu Mail service’s Settings. Anda juga dapat menonaktifkan fitur update cuaca via opsi Weather application setting.
  5. Integrasi layanan Facebook, Twitter, dan Flickr (serta jejaring sosial lainnya) juga membutuhkan daya baterai relatif besar. Meski opsi ini bermanfaat, ponsel Anda akan terus-menerus menyedot ener­gi karena ‘dipaksa’ setiap saat mengecek server untuk membuat update. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan melaku­kan setting waktu update berbeda. Untuk memodifikasi setting Twitter, misalnya, pilih Menu/Settings dan ubah frekuensi Send & Receive sesuai kebutuhan Anda.
  6. Nonaktifkan koneksi Wi-Fi dan Blue­tooth jika tak sedang digunakan. Opsi ini terdapat dalam menu Wireless Controls.

Selamatkan Mata Anda!

BERINTERAKSI dengan layar ponsel mungkin termasuk pengalaman menyenangkan bagi Anda. Tapi, hati-hati, mata Anda mungkin terlalu lelah atau sebenarnya tak cukup kuat untuk berinteraksi dengan layar ponsel dalam tempo relatif lama.

Menurut Dr. Jeffrey Anshel, pakar kesehatan mata dan penulis buku Smart Medicine for Your Eyes, belakangan ini makin banyak orang menghabiskan wak­tu lebih lama untuk fokus pada layar per­angkat digital/elektronik seperti ponsel, komputer, dan TV. Padahal, aktivitas ini berpotensi menyebabkan digital eye atau kerusakan mata permanen karena terlalu lama kontak dengan layar dari perangkat-perangkat digital.

Berikut ini tips dari Dr. Anshel agar mata Anda tetap sehat dan terhindar dari digital eye:
  1. Seringlah berkedip, tarik napas pan­jang, dan istirahatkan mata Anda. Saat mata Anda menatap layar komputer atau layar ponsel, Anda berkedip 2-3 kali lebih jarang ketimbang dalam situasi normal. Ini bisa menyebabkan Anda mengalami dry eye alias kekeringan mata. Hati-hati, kondisi ini berpotensi menyebabkan mata Anda mengalami kerusakan permanen. Jadi, sering-seringlah berkedip, sesekali tarik napas panjang untuk ’melepas’ kon­sentrasi mata Anda dari layar dan sesekali pula alihkan pandangan ke obyek di luar layar ponsel/komputer/TV Anda.
  2. Gunakan rumus 20/20/20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke obyek ber­jarak setidaknya 20 kaki (sekitar 6 meter) dari mata Anda selama 20 detik.
  3. Konsultasi dengan dokter mata. Dok­ter akan tahu apakah mata Anda punya cu­kup ’kekuatan’ untuk berinteraksi dengan layar ponsel/komputer/televisi dalam tem­po relatif lama. Jika mata Anda tak cukup kuat, dokter mungkin menyarankan Anda menggunakan lensa kontak atau kaca­mata setiap kali berinteraksi dengan layar ponsel/komputer/TV, guna mengurangi tekanan terhadap mata dan menghindari kerusakan mata permanen.
  4. Lakukan pemeriksaan berkala untuk memonitor efek kontak mata dengan layar ponsel/komputer/TV terhadap tingkat ke­sehatan mata Anda dari tahun ke tahun.
  5. Tekanan terhadap mata acap ter­jadi akibat kondisi pencahayaan. Kondisi yang menyilaukan, atau kurang cahaya bisa merusak mata Anda. Jadi, sesuai­kan pencahayaan di ruang tempat Anda melakukan kontak dengan layar ponsel/ komputer/TV.

Mencegah Iritasi karena Gadget

TAK jarang pengguna ponsel terlalu asyik mengotak atik gadgetnya hingga lupa waktu. Saat itulah pengguna gadget biasanya mengabaikan kesehatan matanya. Tak terasa mata memerah karena hanya terfokus pada gadget dan tak diimbangi dengan sesekali melihat hijau dedaunan atau sejenak mengalihkan dan mengistirahatkan mata.

Namun, jika akhirnya merasakan mata Anda nyeri akibat memelototi gadget, yang terkadang sambil tiduran di ranjang, dengan hanya 2-3 jam tidur lalu berinteraksi lagi dengan gadget, ada baiknya Anda me­nyimak penelitian Dr. Jeffrey Anshel ini.

Di penelitiannya Dr. Anshel mengambil responden muda-mudi Amerika Serikat yang berinteraksi dengan gadgetnya, bah­kan saat mereka baru bangun tidur. Ber­dasarkan penelitian itu diketahui bahwa LCD backlit pada gadgetlah yang sebenarnya sangat berpotensi ‘menyakiti’ mata. Pasalnya, otot mata menjadi mudah lelah karena radiasinya. Berikut tips dari Dr. An­shel agar mata tetap segar saat Anda ber­interaksi dengan gadget.

1. Kedipkan Mata Sesering Mungkin
Saat berinteraksi dengan gadget, mata Anda harus berkedip 2-3 kali mata normal. Hal ini untuk menghindari kekeringan pada mata. Sempatkan juga untuk beristirahat saat mata mulai lelah. Jangan dipaksakan.

2. 20/20/20
Yang dimaksud dengan 20 tiga kali adalah: setiap 20 menit alihkan pandangan pada objek yang jaraknya 20 kaki dari posi­si Anda, kemudian selama 20 detik alihkan pandangan Anda dari gadget yang Anda genggam pada objek yang berbeda dari tempat di mana Anda asyik dengan gadget Anda.

3. Sempatkan Konsultasi dengan Dokter
Bagi Anda yang dalam sehari berkutat di kantor, rutin sepekan di depan monitor komputer atau laptop, sebaiknya Anda minta saran dokter guna mendapatkan lensa antiradiasi yang cocok dengan kon­disi mata Anda. Hal ini untuk mencegah mata Anda terpaksa menggunakan kaca­mata silinder. Sebab, ketika Anda sudah harus bekerja dengan memakai kacamata silinder, tak hanya kenyamanan Anda yang berkurang. Lebih dari itu, produktivitas Anda juga akan ikut menurun. Padahal, usia Anda masih sangat produktif. Tentu, Anda tak ingin mengalami hal tersebut.

4. Sesuaikan Cahaya Ruangan
Langkah keempat atau langkah terakhir adalah, saat berinteraksi dengan LCD backlit, ruangan tempat Anda bekerja ha­rus diterangi cahaya yang cukup. Misalnya menyalakan lampu meja atau lampu ka­mar yang menyoroti gadget atau monitor laptop Anda. Langkah ini adalah upaya mencegah agar mata tak menerima sorotan langsung dari LCD backlit. Jika saat ini Anda masih membiarkan mata mendapat cahaya secara langsung dari backlit, mata Anda akan cepat lelah.

Menghemat Baterai Ponsel Pintar

MEMBANDINGKAN baterai pada ponsel standar dengan ponsel pintar memang tak lazim. Sebab, baterai pada ponsel standar bisa bertahan tiga hari jika dicharge penuh, sedangkan pada ponsel pintar atau smartphone harus diisi setiap 24 jam bahkan lebih sering.
Penggunaan baterai lithium-ion pada laptop atau smartphone, secara teknologi bisa ditingkatkan untuk mendapatkan daya tahan yang lebih lama dengan cara sebagai berikut:

Pilihan Jaringan
Umumnya ponsel CDMA butuh energi lebih banyak dari pada ponsel GSM. Jika baterai pada ponsel CDMA Anda cepat habis, boleh saja Anda pertimbangkan untuk mengganti dengan ponsel GSM. Na­mun, hal ini bisa saja bertentangan dengan kepentingan Anda yang membutuhkan ponsel CDMA untuk melakukan komuni­kasi lokal.

Redupkan layar
Layar yang terang membutuhkan energi dari baterai yang tinggi. Maka, turunkan tingkat daya terang pada layar LCD ponsel Anda. Gunakan perangkat peredupan oto­matis yang bisa mendeteksi tingkat cahaya dalam satu ruangan jika ponsel dilengkapi dengan fitur itu. Begitu juga saat memutar musik, Anda bisa merendahkan volumenya agar baterai bisa lebih tahan lama.

Kontrol Wi-Fi
Matikan aplikasi Wi-Fi atau Bluetooth jika berada di luar wilayah hot spot. Dengan terus mengaktifkan Wi-Fi atau Bluetooth, ponsel akan terus menggunakan energi baterai untuk mencari sambungan Wi-Fi atau Bluetooth. Jadi, atur ponsel pada mode sleep ketika Wi-Fi dan Bluetooth sedang tak Anda gunakan. Pada iPhone, Anda bisa mengaturnya lewat fitur’setting. Pada BlackBerry gunakan Manage Con­nections.

Periksa Kondisi Sinyal
Di lokasi yang sinyalnya lemah, ponsel akan bekerja lebih keras untuk mencari sinyal SIM card. Maka akan lebih banyak energi habis terpakai. Jika berada di lokasi seperti itu, matikan aplikasi 3G. Gunakan jaringan EDGE yang membuat akses inter­net lebih lambat tapi tak akan memenga­ruhi kualitas panggilan.

Cek Email
Matikan mengecek email secara otoma­tis, juga matikan pengaturan push email ketika ada email masuk. Keduanya sangat boros energi. Dengan mengecek email se­cara manual, baterai ponsel pintar Anda akan lebih tahan lama.

Nonaktifkan Animasi
Semakin panas ponsel pintar Anda, maka semakin banyak energi yang terpakai. Salah satu penyedot energi paling bo­ros adalah animasi Flash. Yakni teknologi canggih di balik banyaknya video online dan iklan animasi. Untuk menjaga daya tahan baterai, nonaktifkan fasilitas Flash pada ponsel pintar Anda

Akses Internet Cepat via Ponsel

KEMUDAHAN untuk mengakses internet melalui ponsel membuat Anda lebih nyaman berselancar di dunia maya. Anda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja. Bahkan, sambil berbaring di tempat tidur. Berikut ini beberapa tips mengakses internet secara lebih cepat dengan ponsel Anda, agar lebih nyaman lagi:

1. Pilih mesin pencari yang kompatibel dengan ponsel Anda, misalnya Netfront, Explorer, dan Opera mini.
2. Untuk menambah kecepatan brows­ing, matikan gambar, suara, dan animasi.
3. Akseslah situs-situs web versi mobile, agar situs lebih cepat terbuka dan biaya koneksi GPRS Anda lebih murah.
4. Jangan terlalu banyak membuka ap­likasi selama berselancar, untuk menghe­mat daya baterai ponsel Anda.
5. Hindari serangan virus dengan tak mengikuti instruksi unduh yang muncul tiba-tiba.
6. Simpan alamat web favorit Anda dalam file bookmark. Gunakan daftar dalam book­mark untuk kembali secara langsung ke si­tus tersebut dan mengoptimalkan efisiensi selama online.
7. Perhatikan durasi jika Anda menggu­nakan teknologi GPRS untuk berselancar. Sebab GPRS menggunakan sistem durasi, bukan besaran data.
8. Gunakan Google sebagai mesin pen­cari, dan perkirakan ukuran file yang Anda akan unduh.
9. Jika Anda blogger, sebaiknya gunakan feed reader di setiap blog favorit Anda. Langkah ini memungkinan Anda menghe­mat penggunaan bandwidth.

Menghapus Aplikasi Bawaan pada Ponsel Android

PONSEL pintar berbasis sistem pengoperasian (operating system/OS) Android biasanya kaya aplikasi bawaan (pre-installed). Masalahnya, jika Anda tak memerlukan salah satu atau lebih aplikasi bawaan ini, Anda tak bisa dengan cepat menghapusnya, atau menggantinya dengan aplikasi lain yang Anda butuhkan.

Pabrikan ponsel biasanya melakukan penyesuaian atas Android OS untuk di­tanam pada ponselnya, agar gadget dari pabrikan itu memiliki keunikan dibanding ponsel berbasis Android keluaran pabrikan lain. Di samping itu, penyesuaian di­lakukan untuk memasukkan aplikasi-ap­likasi dari pihak ketiga ke dalam ponsel.

Satu hal yang tak dipahami kebanyakan pengguna ponsel Android adalah aplikasi-aplikasi itu ditanam langsung ke tubuh Android OS, bukan pada kartu memori di ponselnya. Artinya, jika Anda mau menghapus aplikasi bawaannya, Anda akan menghadapi pesan bahwa permintaan Anda ditolak atau Anda tak diizinkan melakukannya. Anda perlu lebih dulu mendapatkan izin untuk melakukan perubahan pada area di mana aplikasi-aplikasi itu tertanam.

Untuk mengakses area pada Android OS di mana aplikasi-aplikasi bawaannya tersimpan, Anda perlu melakukan penelusuran (rooting). Pada dasarnya, proses rooting pada ponsel Android memberi Anda akses Super-User (SU) ke Android OS, yang memungkinkan melakukan perubahan di mana Anda tak memerlukan izin untuk itu. Perubahan itu termasuk un­tuk menginstal aplikasi pihak ketiga yang memerlukan akses penelusuran. Proses rooting ini cukup merepotkan.

Namun, salah satu opsi yang Anda miliki sebagai pengguna ponsel pintar Android adalah menghentikan dan me­nyembunyikan aplikasi-aplikasi bawaan Android yang tak Anda butuhkan dan tak bisa Anda hapus, tanpa melakukan root­ing.

Untuk itu hal pertama yang perlu dilaku­kan adalah menghapus semua widget dan pintasan ke aplikasi yang Anda mau sembunyikan dari main screen di ponsel Anda. Caranya, Anda cukup mengetuk dan menahan sambil menggeser widget/ pintasan itu ke ikon tempat sampah. Se­lanjutnya, unduh dan instal aplikasi yang dinamai Advanced Task Killer. Aplikasi Android ini memungkinkan Anda menia­dakan proses-proses (program running) pada aplikasi-aplikasi yang tak Anda gu­nakan. Anda juga bisa melakukan set-up aplikasi untuk melenyapkan secara oto­matis aplikasi Android yang tak Anda per­lukan ketika ponsel Android Anda melaku­kan booting.

Jika Anda sudah selesai dengan proses di atas, maka Anda tak akan melihat lagi aplikasi-aplikasi yang tak Anda gunakan pada drawer aplikasi Android OS Anda.

Nah, selanjutnya, Anda bisa melaku­kan uninstal aplikasi bawaan (yang tak diproteksi) dari OS Android, tanpa harus melakukan rooting yang cenderung mere­potkan. Namun, untuk itu Anda perlu lebih dulu mengunduh dan menginstal aplikasi gratisan dari Android Market. Silakan ma­suk ke Android Market, unduh dan instal program yang dinamai ’uninstaller’.

Jika program itu sudah terinstal di pon­sel Anda, maka program tersebut akan menampilkan aplikasi-aplikasi yang telah terinstal pada ponsel Anda dan opsi un­tuk menghapus aplikasi bawaan Android yang tak terproteksi dari ponsel Anda.

Ingat, satu-satunya alasan yang Anda butuhkan untuk menghapus aplikasi-aplikasi bawaan itu adalah mengurangi muatan pada kartu memori di ponsel Anda.

5 Trik Praktis Mengoperasikan Ponsel Android

BELAKANGAN ini kian banyak ponsel pintar berbasis sistem pengoperasian (operating system/OS) Android beredar di pasar. Ini OS mutakhir dan menawarkan banyak manfaat. Namun, penggunanya perlu menguasai sejumlah trik untuk memperoleh keuntungan optimal dari OS tersebut. Berikut ini beberapa tips dan trik praktis untuk membantu Anda mendapat­kan keuntungan lebih besar dari ponsel berbasis Android.

Trik 1: Memutar File MPEG-4 H.264
Ponsel yang dijalankan dengan Android sudah ditanami perangkat untuk pemu­taran video. Perangkat ini memungkinkan Anda memutar file MPEG-4 H.264 dengan performa lebih smooth di layar ponsel ber­basis Android. Anda bisa mendapatkan setting-setting untuk memutar file MPEG-4 pada ’Video Player’ Android standar yang, sayangnya, mesti Anda unduh dulu dari An­droid Market. Maklum, Android tak dileng­kapi video player. Jangan khawatir, Video Player ini bisa Anda unduh secara gratis dari Android Market dan hanya memerlukan proses pengunduhan beberapa detik saja.

Trik 2: Menggunakan Google Search
Ada ikon pada layar ponsel berbasis Android yang akan membawa Anda ma­suk ke halaman Google Search. Ini fitur untuk melakukan pencarian dengan cepat di Internet. Namun, Anda juga bisa me­manfaatkan fitur tersebut untuk keperluan lain. Misalnya, jika Anda sedang berada di website yang dibangun oleh Google, seperti YouTube, Anda bisa mengklik ikon itu untuk mencari website lain dari Google, dengan mengetik pada kotak pencarian yang muncul kemudian.

Trik 3: Menggunakan Tombol Pintasan
Selama Anda mengetik, jika ingin meng­gunakan huruf dengan font/karakter khu­sus, menghapus satu baris teks sekaligus, menggunakan huruf kapital saja, atau menggunakan fungsi-fungsi lain, berikut ini petunjuk agar Anda bisa melakukannya dengan cepat dan tidak repot: .
1. Memasukkan font/karakter khusus: tekan ALT + sSpacebar.
2. Memblok (highlight) teks: tekan Shift dan gulirkan Trackball.
3. Menggunakan huruf kapital saja: tekan Shift dua kali.
4. Menghapus baris teks di mana kursor berada: tekan ALT + Delete.
5. Memindahkan kursor ke bagian awal atau akhir teks: tekan Alt dan pada saat yang sama gulirkan Trackball.
6. Memasukkan tab space: tekan Alt + Q.

Trik 4: Memasukan file ke SD Card
Untuk memasukan file (dokumen) ke dalam SD Card di ponsel Anda, sambung­kan ponsel dengan PC/laptop menggu­nakan kabel USB. Selanjutnya, tarik ke bawah notification bar di bagian paling atas home screen pada ponsel Anda. Pilih USB connected, kemudian pilih tombol mount, sampai muncul pop-up windows atau removable disk di PC/laptop Anda. Nah, berikutnya, salin file ke SD Card di ponsel Anda.
Setelah file tersimpan di SD Card, Anda bisa menghilangkan tampilan mapping SD Card di PC/laptop dengan menarik ke bawah notification bar pada bagian paling atas home screen di ponsel Anda, kemu­dian pilih turn off USB storage dan, tera­khir, tekan tombol off.

Trik 5: Meneruskan SMS dengan Cepat
Untuk meneruskan dengan cepat SMS yang Anda peroleh, tekan dan tahan pesan yang akan Anda teruskan hing­ga muncul menu pilihan Forward SMS. Setelah itu, masukkan nomor tujuan